Tujuan Dan Manfaat Memberikan Kompensasi Kepada Karyawan

Tujuan Dan Manfaat Memberikan Kompensasi Kepada Karyawan

Joshcaterer –¬†Apa sebenarnya arti kompensasi? Gaji adalah segala gaji yang diterima karyawan atas jasa atau hasil kerja di perusahaan. Hadiah bisa langsung atau tidak langsung dalam bentuk uang atau barang. Upah dalam bentuk uang, artinya karyawan menerima sejumlah uang untuk pekerjaannya. Sebaliknya, kompensasi berupa barang, artinya pekerja akan menerima barang tertentu atas jasa atau pekerjaannya. Konsep kompensasi juga erat kaitannya dengan imbalan finansial atau yang disebut imbalan finansial yang diberikan kepada seseorang atas dasar suatu hubungan kerja. Biasanya, kompensasi diberikan dalam bentuk pembiayaan atau uang sebagai akibat dari biaya moneter perusahaan. Apa tujuan pemberian imbalan kerja? Apa keuntungan membayar kompensasi ini? Lihat penjelasan kompensasi lengkap di bawah ini.

Jenis kompensasi

Perusahaan dapat memberikan 3 jenis tunjangan karyawan. Ketiga jenis kompensasi tersebut adalah:

1. Kompensasi finansial langsung dalam bentuk gaji atau gaji pokok, biaya kinerja, insentif (termasuk bonus, komisi, bagi hasil / bagi hasil dan opsi saham) dan pembayaran yang ditangguhkan (seperti program tabungan dan anuitas).
2. Kompensasi finansial tidak langsung dalam bentuk program perlindungan (termasuk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi kerja), pembayaran di luar jam kerja (misalnya liburan, liburan, liburan dan cuti melahirkan) dan fasilitas seperti kendaraan, ruang kantor dan tempat parkir.
3. Remunerasi non finansial, yaitu dalam bentuk pekerjaan (misalnya tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan rasa puas). Lingkungan kerja (seperti politik yang sehat, manajer yang kompeten, anggota keluarga yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).

Tujuan dan fungsi kompensasi

Remunerasi karyawan oleh perusahaan memiliki tujuan tertentu. Ini termasuk menghargai kinerja karyawan, memastikan upah yang adil, mempertahankan atau mengurangi keluar masuk karyawan, memperoleh karyawan yang berkualitas, mengendalikan biaya, dan mematuhi peraturan. Kompensasi berperan penting dalam memperlancar roda perusahaan. Fungsi kompensasi meliputi:

1. Penggunaan sumber daya manusia yang lebih efisien dan efektif. Semakin banyak karyawan mendapatkan gaji yang tinggi, semakin banyak pula karyawan yang akan mencapai hasil yang tinggi. Jumlah karyawan yang sangat produktif akan mengurangi biaya pekerjaan yang tidak perlu.
2. Mendorong stabilitas bisnis dan pertumbuhan ekonomi. Sistem pengupahan yang baik dapat mendorong stabilitas bisnis dan secara tidak langsung meningkatkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
3. Dalam HRM, reward berfungsi untuk menarik karyawan yang memenuhi persyaratan. Remunerasi yang memadai diperlukan untuk menarik kandidat. Selain itu, juga dapat mempertahankan karyawan saat ini.

Untuk mencapai tujuan dan fungsi di atas, pemberian kompensasi harus diikuti dengan langkah-langkah dalam pengelolaan kompensasi, yaitu:

1. Evaluasi setiap tugas menggunakan informasi dari analisis tugas.
2. Melakukan survei untuk menentukan modal eksternal berdasarkan pembayaran upah di pasar tenaga kerja.
3. Tinjau harga setiap pekerjaan untuk menentukan penggajian berdasarkan modal internal dan eksternal.

Dampak positif dan manfaat kompensasi

Memberikan gaji yang baik kepada karyawan akan berdampak positif pada bisnis, termasuk:

1. Dia dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan dan bekerja lebih keras.
2. Perusahaan memiliki karyawan yang baik.
3. Fasilitasi proses administrasi dan hukum di perusahaan jasa backlink.
4. Kompensasi dapat menjadi daya tarik bagi pencari kerja yang terampil.
5. Perusahaan memiliki keunggulan tersendiri atas perusahaan atau pesaing lain.

Penerapan remunerasi karyawan

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan saat mengukur keberhasilan implementasi skema kompensasi.

1. Dukung tujuan bisnis Anda.
2. Mendukung strategi dan struktur bisnis.
3. Menarik dan mempertahankan karyawan yang kompeten sesuai dengan standar pengetahuan yang ditetapkan oleh perusahaan.
4. Menciptakan spektrum yang lebih luas dari perilaku tugas yang diinginkan dari semua anggota perusahaan.
5. Ini mencerminkan ekuitas (kesetaraan dan ekuitas) dari semua anggota perusahaan.
6. Sesuai dengan hukum atau regulasi yang berlaku.
7. Mampu memenuhi enam kriteria di atas dengan biaya yang sepadan dengan kondisi keuangan internal.
8. Dapat memenuhi tujuh kriteria di atas, menggunakan yang paling hemat biaya.

Sistem remunerasi yang diterapkan oleh satu perusahaan biasanya tidak sama dengan di perusahaan lain. Misalnya, dalam paket kompensasi finansial langsung, ada perusahaan yang hanya memberikan upah tanpa tunjangan. Namun ada juga perusahaan yang menambahkan insentif untuk merangsang produktivitas karyawan. Tentu saja kompensasi jenis ini membutuhkan perhitungan yang matang, apalagi jika kompensasi finansial terdiri dari beberapa unsur.